Tanjungpinang, 13 Juli 2026 – Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) resmi meluncurkan Website One-Stop Service Ekowisata Senggarang, sebuah platform digital terpadu bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Senggarang di Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang. Peluncuran ini menjadi luaran utama Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi Internasional bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, yang diketuai oleh Jaya Dwi Nurcholis, S.I.Kom., M.M.
Melalui metode Participatory Action Research dan Design Thinking, kami memastikan sistem yang dibangun tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi benar-benar lahir dari dan untuk kebutuhan masyarakat Senggarang.
Peluncuran platform ini melanjutkan rangkaian pemberdayaan Pokdarwis Senggarang yang telah dimulai sejak awal Mei 2026, ketika tim dosen UMRAH dan UiTM menggelar kunjungan lapangan, pelatihan, dan sosialisasi bersama masyarakat setempat dengan dukungan langsung Lurah Senggarang, Edi Susanto. Website One-Stop Service menjadi tindak lanjut konkret dari rangkaian kegiatan tersebut, sekaligus wujud nyata tema transformasi digital dalam marine eduecotourism yang diangkat pada tahap sosialisasi sebelumnya.
Program pengembangan website ini dijalankan oleh tim multidisiplin dari UMRAH yang beranggotakan Putri Yuliandari, S.Ak., M.Acc (bidang Akuntansi), Indra Firdiyansyah, S.E., M.Si (bidang Manajemen Bisnis), serta Edinur Ilham, Agriend. S. Putra, Mohd Rhana Satria, Dodi Dermawan, dan Nadia Angraini. Kolaborasi internasional diperkuat oleh Norazlan bin Haji Annual dari UiTM Malaysia, yang berperan memberikan perspektif global dan melakukan benchmarking praktik terbaik manajemen pariwisata internasional. Sebagai mitra utama, Pokdarwis Senggarang dilibatkan secara aktif sejak tahap perumusan masalah hingga uji coba platform, agar sistem yang dibangun benar-benar tumbuh dari kebutuhan masyarakat setempat.
Kehadiran platform ini menjawab persoalan pass-through tourism yang selama ini membayangi Senggarang salah satu permukiman Tionghoa tertua di Tanjungpinang, dengan aset warisan budaya seperti Kompleks Vihara Dharma Sasana dan ekosistem mangrove yang masih terjaga. Wisatawan selama ini kerap hanya singgah sesaat tanpa interaksi ekonomi yang berarti, akibat lemahnya kapasitas storytelling Pokdarwis, absennya sistem manajemen destinasi yang terpusat, serta minimnya strategi branding digital.
Website yang untuk saat ini dapat diakses melalui mediumpurple-worm-637153.hostingersite.com tersebut dirancang sebagai Smart Destination Management System yang mengintegrasikan empat fungsi utama dalam satu ekosistem digital: pemasaran destinasi berbasis konten dan artikel SEO, sistem reservasi paket wisata mandiri (self-service), katalog kategori wisata dan produk UMKM lokal, serta statistik dampak dan testimoni wisatawan. Empat pilar wisata unggulan Wisata Mangrove, Kayak Pesisir, Kuliner Melayu, serta Budaya dan Sejarah ditampilkan berdampingan dengan enam kategori aktivitas populer dan empat paket wisata siap pesan, mulai dari Mangrove Half Day hingga paket Wisata Grup dan Sekolah bagi kunjungan rombongan.
Sebagai indikator capaian awal, platform ini menampilkan lebih dari 1.200 wisatawan puas, 12 paket wisata aktif, tingkat ulasan positif 98,5%, serta cakupan pengelolaan kawasan mangrove seluas 50 hektare. Testimoni positif turut disampaikan oleh Ahmad Rifa'i, wisatawan asal Jabodetabek, yang mengapresiasi keramahan dan profesionalisme pemandu lokal selama menyusuri jalur mangrove Senggarang.
Pengembangan platform ini menempuh pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan metode Design Thinking, menempatkan Pokdarwis sebagai subjek aktif bukan sekadar objek penerima manfaat, sekaligus memastikan sistem yang dihasilkan sesuai kebutuhan pengguna di lapangan.
Ke depan, tim menargetkan peningkatan kapasitas minimal 20 anggota Pokdarwis, penerbitan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas source code website, serta publikasi artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi Sinta. Sejumlah agenda keberlanjutan turut disiapkan, di antaranya pengembangan fitur Virtual Reality (VR), fasilitasi sertifikasi BNSP bagi pemandu wisata, replikasi model digitalisasi ke desa wisata pesisir lain di Kepulauan Riau, hingga penyelenggaraan festival budaya digital tahunan.
Program ini juga diharapkan turut mendukung Kelurahan Senggarang mewujudkan status Kampung Iklim (Proklim) yang berdaya saing, sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Melalui sinergi akademisi UMRAH–UiTM, pemerintah kelurahan, dan komunitas Pokdarwis, Senggarang diproyeksikan menjadi model transformasi digital ekowisata pesisir yang dapat direplikasi di tingkat nasional maupun internasional.
Program Pengabdian kepada Masyarakat “Digitalisasi Manajemen Ekowisata dan Branding Pokdarwis Senggarang melalui Pengembangan Website One-Stop Service” merupakan kolaborasi internasional antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Senggarang sebagai mitra utama.
Jaya Dwi Nurcholis, S.I.Kom., M.M. — Ketua Tim Pelaksana